proses membuat batik printing

Proses printing PT. Batik Danar Hadi di Sondakan diawali dari perancangan desain yang telah disetujui oleh Bp. H. Santosa Doellah, selaku pimpinan PT. Batik Danar Hadi, dimana desain sudah melalui proses percobaan yang dilakukan bagian produksi. Adapun tahapan-tahapannya adalah :

  1. a.      Pembuatan Gambar Disain / Trace

Langkah Kerja :

1)         Mempersiapkan dan menggambar motif yang akan digambar dengan menggunakan rapido pada kertas astralon / mika yang sebelumnya telah diukur dengan millimeter dan diberi kros untuk mempermudah menggambar sesuai dengan motif yang diinginkan.

2)         Melakukan proses kontak film untuk mengubah gambar positif pada kertas astralon menjadi gambar negatif atau kebalikannya, serta proses kontak ini bisa digunakan untuk memperbanyak gambar yang akan dimounting  atau digabungkan.

3)         Proses mounting, proses ini yaitu proses penggabungan gambar yang telah diperbanyak pada mesin kontak kemudian digabungkan dengan menyemprotkan spray mount di kertas astralon sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

4)         Memisahkan warna sesuai banyaknya warna yang diminta, proses ini dilakukan di atas meja kaca yang di sinari lampu agar motif dapat dilihat dengan sempurna, pemisahan warna ini caranya menggambar desain setiap satu warna digambar sendiri-sendiri pada kertas astralon sesuai jumlah warnanya dengan bantuan kros.

  1. Proses Auto Film

Langkah Kerja :

1)         Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan seperti; gunting, kertas film, developer, fixer dan air.

2)         Melakukan proses kontak, dengan memadukan kertas film dan kertas mika yang bermotif pada meja kontak kemudian menyalakan lampu untuk penyinaran sesuai kebutuhan.

3)         Memasukkan kertas film yang telah dikontak ke balok yang berisi cairan developer agar kertas film yang telah dikontak dapat timbul gambar negatifnya  (kebalikan dari gambar yang ada di kertas astralon), dengan perbandingan 1 liter developer : 6 liter air.

4)         Kemudian memasukkan kertas film ke balok yang berisi cairan fixer, agar motif yang dihasilkan menjadi lebih tajam, dengan perbandingan 1 liter fixer : 10 liter air.

5)         Kemudian membilas dengan air hingga bersih, selanjutnya dikeringkan dan siap untuk proses selanjutnya.

  1. Proses Afdruk

Langkah Kerja :

1)         Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan seperti; plangkan screen, koter, emulsi (ulano TZO+air), disain gambar kertas astralon.

2)         Mengolesi plangkan screen dengan emulsi (ulano TZO+air) dengan koter, kemudian didiamkan selama kurang lebih 3 jam.

3)         Memasang disain gambar kertas astralon di atas meja mesin afdruk kemudian ditumpangi dengan plangkan screen yang telah diolesi emulsi kemudian ditumpangi dengan bantalan hitam.

4)         Menyalakan mesin afdruk yang bisa melakukan penyinaran karena di dalamnya terdapat 50 lampu masing-masing 40 watt selama kurang lebih 1,5 menit.

5)         Mengambil plangkan screen dan membawa ke tempat penyemprotan, kemudian menyemprotkan air ke plangkan screen agar emulsi yang sebelumnya tertutup motif dapat luntur sehingga dapat tertembus air.

6)         Mengeringkan plangkan screen dan siap untuk proses printing.

  1. Proses Komposisi Warna

Langkah Kerja :

1)         Mengamati desain motif dan mengatur warna yang sesuai dengan karakter motif dan warna yang sedang trend di pasaran.

2)         Membuat Stock Thickening (pengental).

3)         Menimbang zat warna dan zat bantu sesuai dengan resep, kemudian di mixer agar tercampur sempurna.

4)         Memasang dan mencap kain sesuai motif pada screen, disesuaikan dengan jumlah warna yang diinginkan.

5)         Mengeringkan kain dengan pemanas kompor dan melakukan proses steamer selama kurang lebih 20 menit, dengan suhu 100-102 derajat.

6)         Mencuci kain yang sudah di steam dengan air dingin.

7)         Kemudian kain dicuci dengan air panas dan teepol (sabun) selama kurang lebih 10 menit, teepol berfungsi menghilangkan zat warna dan zat bantu lainnya yang tidak terpakai.

8)         Hasilnya berupa sampel- sampel warna motif kurang lebih 30 kombinasi berbentuk kotak-kotak seukuran kurang lebih 5 x 106 cm untuk diajukan ke PT. Danar Hadi pusat dan biasanya dipiliih 7 komposisi warna untuk diproduksi dalam skala besar.

  1. Proses Pembuatan Obat untuk Produksi

Langkah Kerja :

1)         Penentuan warna pada motif sesuai dengan komposisi warna

2)         Menimbang zat warna dan zat bantu lainnya sesuai dengan resep.

3)         Membuat pasta cap dengan mencampurkan semua zat kemudian di mixer hingga tercampur sempurna.

4)         Hasilnya adalah obat warna yang siap digunakan untuk produks, warna yang sudah digunakan dalam proses produksi diarsipkan pada buku besar untuk merekap pengelluaran biaya penggunaan pasta warna.

  1. Proses Persiapan Barang (Gudang Bahan Kain)

1)         Menerima kain yang datang dari pemasok dan memisahkan kain yang diperlukan di proses grounding (pemberian warna dasar) terlebih dahulu lalu disiapkan untuk diproses print.

2)         Mengukur kain dalam satuan meter sesuai kebutuhan untuk diproses print (baik kain putih yang akan di grounding maupun kain yang sudah di grounding).

3)         Mempersiapkan kain tersebut untuk siap diproses, 1 peaces biasanya 35 -40 meter, tergantung pajang meja rakel.

  1. Proses Pewarnaan Kain (grounding)

Langkah Kerja :

1)         Mengambil kain yang akan diberi warna dasar (grounding) dari gudang bahan kain.

2)         Menjahit kain agar prosesnya lanjut (tidak berhenti).

3)         Memasukkan obat warna ke mesin grounding sesuai dengan warna dasar kain yang diinginkan.

4)         Menyalakan mesin dan mulai memasukkan kain yang ingin digrounding.

5)         Membawa kain yang sudah digrounding ke gudang bahan baku.

  1. Proses Printing

Langkah Kerja :

1)         Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan seperti; plangkan screen, rakel dan obat warna.

2)         Melakukan penyetelan motif pada meja sesuai dengan lebar dari desain motif yang ada pada plangkan screen.

3)         Mengambil kain yang sudah diberi warna dasar (grounding) dari gudang, kemudian memasangnya pada meja rakel dengan rapi dan rata.

4)         Mengambil obat dan menuangkannya pada plangkan screen, kemudian mulai merakel.

5)         Proses merakel dilakukan beberapa kali, disesuaikan dengan jumlah warna yang ada di desain motif.

6)         Melakukan pengeringan awal dengan menggunakan kompor yang didorong manual, kemudian ditarih pada gantungan untuk diangin-anginkan.

7)         Menggulung kain, kemudian  membawa kain yang sudah diprint ke mesin curing.

  1. Proses Pengeringan (Curing)

1)         Mengambil kain yang telah selesai di printing untuk dikeringkan dan dimasukkan ke mesin curing dengan tujuan untuk pengeringan yang lebih sempurna, dengan mengunakan suhu 120 derajat.

2)         Melipat kain yang telah selesai dicuring, kemudian dibawa ke gudang bahan jadi untuk diproses steam, proses steam ini ada yang dilakukan di dalam perusahaan ada yang diluar, yang di luar dilakukan di PT. Kusumahadi Santosa.

  1. Proses steam

Langkah kerja :

1)      Menggulung kain yang akan disteam, biasanya kain yang di steam disini jenis kain sutra.

2)      Memasukkan kain yang telah digulung kedalam drum yang suhunya 100 derajat kurang lebih 10-15 menit, tujuannya agar zat warna terikat atau merasap pada kain sehingga tidak luntur.

3)      Mengambil kain yang sudah disteam, kemudian dicuci dengan air dingin.

4)      Memasukkan kain ke dalam air panas dengan menggunakan obet (teepol + netzer) kurang lebih 10-15 menit, agar zat pembantu yang tidak terpakai hilang.

5)      Mengambil kain yang sudah direndam kemudian dibilas dengan air dingin, kemdian dikeringkan di tempat penjemuran.

  1. Proses Penyimpanan Sementara

Langkah Kerja :

1)         Menyeleksi, mengelompokkan, memeriksa kain setelah proses printing untuk di finish sendiri atau dibawa ke luar, finish di luar biasanya dilakukan di PT. Kusumahadi Santosa.

2)         Memisahkan kain yang cacat dan tidak, dan mengirim kain tidak cacat (kualitas bagus) ke kantor pusat dan menyimpan kain cacat untuk dikirim pada akhir tahun atau bulan lebaran, sebagai barang jelek.

About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s